Pada Saman Penjajahan Jepang, ada salah seorang tokoh masyarakat yang bernama Tende hengkang Dari Mowewe,
Membawa sembilan Kepala keluarga, dan membangun suatu rumah yang sangat besar 40 tiang yang dihuni sembilan kepala keluarga. Setelah menghuni rumah yang dibangun bersama selama satu tahun mereka musyawarah untuk membangun rumah masing-masing, karena mereka mempunyai tanggungan masing-masing untuk mandiri di desa keisio.
Pada tahun 1973 terjadi Penyakit yang menyebabkan banyaknya masyarakat desa keisio yang meninggal dunia yang disebabkan oleh penyakit, yang biasa dikenal masyarakat sampai saat ini, yang sebutannya zaman REPELITA
Untuk memperbaiki kehidupan ekonomi masyarakatnya Kepala kampung bersama masyarakat membuka lahan baru Dengan bercocok tanam Padi Diladang untuk memenuhi kebutuhan pangan Atau Biasa disebut MONDAU.
Perkembangan terjadi seiring dengan perubahan waktu, penduduk yang mendiami Desa keisio berlatar belakang dari perpindahan penduduk dari Desa lain yang pola hidupnya masih berpindah-pindah, dan menjadi sebuah kerukunan masyarakat dalam menjalani kehidupan yang damai dan tentram meskipun berlatar belakang suku dan bahasa yang berbeda